Sahabat atau Cinta?

Untuk seseorang yang selalu membuatku merasa bahwa Cinta itu ada.

Sahabatku, aku tahu perasaan ini salah. Aku tidak boleh menulis tulisan ini untukmu. Karena tak mungkin kamu menjadi kekasihku. Aku hanya ingin menjadi mimpi indah dalam setiap tidurmu, menjadi sesuatu yang bisa kau rindu. Karena aku akan rapuh jika tak ada kamu.

Kamu bukan milikku dan aku juga bukan milikmu. Kamu adalah sahabat untukku, dan aku juga adalah sahabat untukmu. Sahabat masa kecil yang selalu menemani setiap langkahku dalam setiap tangis maupun tawa.

Ingin sekali aku katakan aku sayang padamu, namun kamu adalah sahabatku. Hanya sebuah perasaan suka namun berat tuk mengucapkannya, cukup untuk aku mengagumimu. Perasaan ini seperti sebuah derita bagiku. Aku harap kamu juga merasakannya tanpa banyak tanda tanya. Rasa ini fakta, bukan fiktif, sedikit naif, tapi hanya sebuah realita. Aku harap kamu mengerti.

Ada sebuah pertanyaan yang selalu datang menghampiri hatiku, “apakah kamu sahabat atau cintaku?”. Kau beri rasa yang berbeda setiap kali aku bersamamu. Tapi aku tak mau menghancurkan persahabatan yang begitu erat diantara kita berdua ini.

Hatiku ini juga tak bisa dibohongi, bahwa aku masih mencintaimu sampai saat ini. Semakin aku meyakinkan diriku, bahwa kamu hanyalah sahabat masa kecilku dan sampai saat ini engkau adalah sahabatku, semakin besar juga perasaanku ini kepadamu. Kamu selalu hadir didalam bayangan yang tak pernah kuanggap, kamu ada didalam bayangan semu cintaku.

Aku teringat saat kita bersama dulu. Ketika itu sebuah cerita kita tulis bersama di atas lembaran kertas kehidupan. Namun saat itu diriku belum tau apa-apa tentang cinta, kamu malah datang dan mengajarkannya kepadaku. Tapi kamu juga pergi jauh membawa semua cintaku bersamamu. Kini kamu kembali hadir di saat semuanya telah berbeda. Kamu datang dan mengobati semua luka dihatiku ini, padahal aku tahu kamu punya kekasih yang setia untuk mencintaimu, tapi kenapa kamu beri rasa yang berbeda kepadaku?

Setiap hari-hariku pun terasa lebih bermakna dan lebih indah dari sebelumnya, sepertinya aku telah menemukan sesuatu yang telah lama hilang dari hatiku. Tapi pertanyaan itu kembali hadir, apakah kamu sahabat atau cintaku? Setiap doa dan mimpi-mimpiku selalu ada kamu, sulit untuk melupakan semua bayanganmu yang sepertinya telah menyatu dengan setiap nafasku ini.

Sahabatku, demi dirimu aku siap untuk tetap memendam semua perasaan ini. Aku tak akan menghancurkan persahabatan ini, dan aku juga tak ingin menghancurkan hubunganmu dengan kekasihmu. Entah sampai kapan aku akan seperti ini. Aku serahkan semuanya kepada Tuhan, karena tuhan saja yang tahu semua isi hatiku. Biarkan jarak dan waktu yang kini memisahkan kita berdua menjadi penentu kisah ini.

Aku bukanlah kekasih buat sahabatku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: