Arti dari Pela Gandong

Gandong, la mari gandong, mari jua ale yo.

Beta mau bilang ale, katong dua satu gandong.

Hidop ade deng kaka, sungguh manis lawange.

Ale rasa beta rasa, katong dua satu gandong.

Gandong e, sio gandong e.

Mari beta gendong, beta gendong ale jua.

Katong dua cuma satu gandong e.

Satu hati, satu gandong e.

By: Butje Sapury

Jika kita berbicara tentang pela gandong pasti tak akan lepas dari lagu “Gandong” yang lirik aslinya seperti yang dituliskan di atas. Bila kita memahami unsur-unsur yang terkandung dalam lagu tersebut, maka sebenarnya lagu tersebut memiliki makna yang sangat mendalam mengenai hubungan antara umat beragama yang terjadi di Maluku. Pela gandong telah lama menjadi lambang persaudaraan yang sejati dan kekuatan perserikatan antar negeri – negeri di kepulauan Maluku.

Saudara – saudara serahim, adik – kakak, yang karena pertambahan jumlah penduduk dalam keluarga, rumahtau, uku, soa, hena, aman, negeri, maupun uli, berpisah secara teritori mencari tempat tingal yang baru. Bahkan juga berpisah secara Agama dan keyakinan terhadap Tuhan yang maha esa. Ada yang beragama Islam dan ada pula yang beragama Kristen, namun hubungan darah kakak beradik tetap terpelihara melalui adat istiadat pela yaitu Pela Gandong.

Apa itu Pela Gandong? Sebuah pertanyaan sederhana yang masih sering ditanyakan namun memiliki banyak jawaban yang belum pasti kebenarannya.

Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan oleh tim dari Lembaga Kebudayaan daerah Maluku, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Pela Gandong ialah “Perserikatan antara satu negeri dengan satu atau beberapa beberapa negeri lain yang ada di pulau Ambon, Seram dan pulau -pulau Lease. Perserikatan yang mana didasarkan pada hubungan persaudaraan sekandung sejati, dengan isi dan tata laku perserikatan yang di atur dalam perjanjian baik lisan maupun tulisan, dimana para pihak berjanji untuk tunduk kepada perjanjian dimaksud sebagai dasar hukum bagi implementasinya dari waktu ke waktu”.

Dengan demikian, maka pela gandong mempunyai makna yang teritorial dan makna dari segi genealogis. Dari sisi teritorial, pela gandong itu merupakan suatu perserikatan antara negeri negeri. Sedangkan dari sisi genealogis, pela gandong merupakan suatu persaudaraan sekandung sejati.

Pelbagai buku dan tulisan tentang pela gandong telah banyak diterbitkan. Namun sangat disayangkan, semuanya banyak menyimpang dari arti pela dan gandong yang sebenarnya.

Dari wawancara lapanganan yang dilakukan oleh tim, khususnya dengan ketua – ketua adat negeri Morela, Jazirah Leihitu, dan beberapa negeri di pulau Ambon, ditemui hakekat dari arti pela. Dikatakan bahwa pela adalah sebuah akronim dari kata Peia, Laha, dan Luia yang artinya suatu perjanjian untuk kasih mengasihi karena sekandung atau seperti saudara sekandung.(M.R.L)

Sumber: Lembaga Kebudayaan Provinsi Maluku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: