Bahkan Tuhan pun tau

Saat Iblis berdiri bersamaku
dan Tuhan hanya bisa melihatku
Bahkan jiwa ini pun meninggalkanku
hanya aku, hanya aku

Tiap malam dalam mimpiku
aku melihatmu, aku menemukanmu
Tatapanmu menghancur leburkan diriku
dan senyumanmu memberi kehidupan untukku lagi

Dalam hidup aku percaya
dan meyakini satu hal
Bahkan Tuhan juga tau
dan Iblis pun iri mendengarnya

Bahwa selama ini
Hanya kamu pemilik rindu ini
dan hanya kamu yang menjadi pemilik hati ini
Walaupun kini kamu dimakamkan
pada makan yang tak berujung dan tak bernisan

Perjalanan ini terasa sangat hampatanpa kamu yang menemaniku
Hidup terasa tak berarti lagi
bahkan kematian pun dicampakan

Aku hanya ingin bercerita
menceritakan kisah tentang kita
Yang terlalu indah untuk dilupakan
dan terlalu sakit untuk dikenang

Di sini, di tempat ini
Aku berdiri menatap langit,
pasir putih, dan birunya laut
Yang kini memisahkan kita berdua

Di sini, kau genggam tanganku mesra
Di sini, kau belai rambutku manja
Di sini, kau kecup hangat keningku
Di sini, kita berjanji setia

Tapi sekarang, aku hanya sendiri
menatap matahari hampir terbenam
Menyisahkan sedikit senyum hangatnya di langit
Aku duduk tersandar, terpaku, menangis,

dan bertanya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: