Hujan, Senja, Wafer, dan Caramel

Oh Hujanku
Aku kini bukanlah Malaikat tanpa sayap untukmu
karena sayapku kini telah tumbuh dan aku telah terbang
Aku juga bukan lagi Iblis tak bertanduk bagimu
karena kini aku telah dibelenggu dalam api yang membeku

Oh Hujanku
Kamu tetaplah menjadi awan di atas sana
Sehingga tidak bisa aku menemuimu
dan tidak bisa aku memelukmu
Tapi buatlah aku selalu merindu akan hujan di kala senja

Oh Hujanku
Tetaplah kamu bergejolak
menjadi badai di atas Samudra
Dan tetaplah kamu sejuk
menjadi gerimis di musim panas

Oh Hujanku
Seperti kata-kata yang membebaskan kita
Ketika bulan dan matahari bersanding
Di puncak Leontopodium alpinum
“Kita takkan pernah menjadi Wafer Caramel”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: