Perihal Hati

ditulis di Gili Trawangan, tanggal 25 Juni 2018
dengan waktu lokal menunjukan tengah malam lewat sedikit
dan diposting setelahnya sambil menunggu pesawat delay

mengenai hati yang pernah kau bawa pergi setelah menorehkan namamu (kemudian) menjadi luka yang sampai saat ini masih menganga berharap ada sedikit rindu datang mampir ketika aku sedang sibuk bersama semesta mewarnai jingga di pelosok langit dan menghiasi ujung malam dengan cahaya untuk cerita tentang senyapku (dan sepimu) namun kau memilih kembali membawa senyuman sandaran (dan pelukan) bersama berjuta masa depan melintas lewat menggandeng berjuta mimpi yang menyapa manyampaikan (bahwa) kau poros semesta tempatku bernafas dan aku menginginkanmu kembali tanpa perlu kau berterima kasih meminta tolong dan (atau) memohon maaf atas semua cukup kau kembali dan boleh pergi (lagi) sesukamu untuk kembali melukaiku sekali lagi (sebanyak yang kau mau) dengan belati yang sama yang pernah kau gunakan (waktu itu) namun pastikan kali ini aku benar-benar hancur agar tak ada yang bisa melukaiku memilihku mencintaiku (lagi) seperti cara kau melakukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: