Mencintaimu adalah Candu

Senyumanmu, anggrek yang merekah di penghujung musim panas
Pelukanmu, sehangat keberanian yang menggubris musim penghujan
Harum tubuhmu, sejengkal firdaus yang jatuh ke bumi
Rona pipimu, mengembang seperti roti yang di panggang
Rambutmu, mesranya belaian angin rindu
Hidungmu, sekokoh bukit tempat kita menyapa mentari
Dagumu, tegarnya karang yang menantang ombak
Matamu teduh, seteduh cahaya rembulan
Alismu indah, pelangi yang membelah hujan
Bibirmu, ah jangan tanya mengenai hal itu
Suaramu, nyanyian yang mampu meluluhlantakkan hati
Jejak kenangan yang hampir membuat kita ketinggalan pesawat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: