You don't know how deep I'm falling

Malam itu, dengan mata yang bertabur bintang kau berpuisi"Cinta yang membuat kita lebih kuat dan cinta juga yang membuat kita lemah"Erat genggaman tanganmu memintaku untuk melangkah majuLangkah demi langkah menapak angan-anganYa, aku siap berperang memperjuangkan hatimu Tapi kau mengambil langkah yang berbedaPerasaanmu pun mulai menghilang membaur menyaruSeakan semua yang pernah terjadi tak pernah kau rasaMasih... Continue Reading →

Cinta

[2] Jalan menuju hatimu? Adalah jalan berdarah-darah yang akan kita tempuhPertarungan mempertahankan hatimu dan merebut hati orang tuamuMeski tidak semua pertempuran itu harus dimenangkan Jika Tuhan memberiku kesempatan untuk memilihAntara keabadian atau satu malam bersamamu,Maka ambillah keabadian beserta jiwaku!Dan biarkan aku pergi dalam pelukanmu! [1] [2]

Kau

Kau,Anggur terbaik yang bisa membuat hati terlena...itulah cintamu yang kesepian Sayangnya,Aku tak bisa menjadi gelas yang menampungnya Tapi kalau Tuhan bisa mengabulkan satu permintaanku,semoga suatu hari nanti ada gelas yang mampu menampung cintamu itu…

Doa

[1] Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati,Untuk jalan berdarah-darah yang akan kami tempuhDan harga yang murah untuk sebuah penantian panjang Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati,Tetapkanlah hatiku jika itu jalan yang kau pilih untukkuTeguhkanlah hatiku jika bukan itu jalan yang kau pilih untukku [1] [2]

Esok Hari

Wahai yang Kuasa, katakanlah padakuKemanakah aku harus melangkah esok hari? Hatiku yang selalu membeku tiap kali terlukaKini perlahan mulai menghangat Kenapa kamu tetap tersenyum melihatkuMeski kupalingkan wajah ini berulang kali darimu? Seandainya matahari mampu melelehkan semuaKan kuubah hujan air mata ini,Lalu memelukmu erat

Putaran balik kolong Tomang

[3] Kepura-puraanmu kini telah berakhir. Malam-malam tanpa kata untuk mimpi-mimpi sumbang tumpang-tindih saling sahut-menyaut di pojokan kertas. Aku pun berhenti berbicara mengenai kita, hanya ada kau atau aku sekarang. Yang kini berada di titik tumpu dimana aku tidak bisa lagi merasakan hatimu. Bosan? ya aku juga bosanLelah? ya aku juga lelah Udahan yuk, capekAku sudah... Continue Reading →

Beethoven sonata

You want to know how you can tell if you're meant to be with someone? It's simple. Just sit and have a conversation. Some people when you talk to them, it's like trying to listen classical music on a radio with no antenna. You can push that dial back and forth all you want, but... Continue Reading →

Persimpangan Cideng

[2] Saat ini kepura-puraanmu telah membuatmu lelah, telah membuat kita lelah. Lelah walaupun hanya berpura-pura menggapai sejengkal nafas untuk bertahan di percepatan antara pelukan dan dingin yang memudar. Kamu jingga yang mewarnai sore, namun sebenarnya kelabu yang menyelimuti kepura-puraanmu itu sendiri. Aku matahari yang menghangatkan pagi, ternyata hanyalah bintang kecil di antara berjuta bintang yang... Continue Reading →

Desember

Kekasih, Kesendirian telah membunuh amarahku dan menguburnya jauh di dalam lembah kesunyianAku yang memilih membakar habis desember untukmu dan aku juga yang kembali mengais sisa-sisa desember untukkuKau tak akan pernah lagi bisa mencintai desember dan mencintaiku dengan cara yang samaDesember, bukan lagi desember yang sama untuk kita rindukanAku yang masih mencoba memaknai desember Atau pun... Continue Reading →

Mencintaimu adalah Candu

Senyumanmu, anggrek yang merekah di penghujung musim panas Pelukanmu, sehangat keberanian yang menggubris musim penghujan Harum tubuhmu, sejengkal firdaus yang jatuh ke bumi Rona pipimu, mengembang seperti roti yang di panggang Rambutmu, mesranya belaian angin rindu Hidungmu, sekokoh bukit tempat kita menyapa mentari Dagumu, tegarnya karang yang menantang ombak Matamu teduh, seteduh cahaya rembulan Alismu... Continue Reading →

Senja yang memudar

Kau lihat sayang, jingga di langit kali ini bersembunyi di balik kelabu Kita yang saat ini berada pada penghujung oktober yang membara Oktober yang masih terbayang dengan manisnya Desember Desember yang kini berubah menjadi pekat menutupi jingga di langit Sio apa kabar kisah yang pernah tertulis indah itu? Masihkah dia menyimpan hati yang pernah kita... Continue Reading →

Tentang Kejujuran

Kau pernah bertanya sudah sejauh manakah dia masuk? kapan? dan bagaimana? Mari sini ku ceritakan kisah yang tak tertulis tentang kami, bukan tentang kamu Kau pernah berkata, "cara terbaik untuk masuk ke sepotong hati adalah ketika hati itu luka" Ya, dia melakukannya dengan begitu sempurna ketika kau sedang berpaling untuk mengejar angan yang kau kira... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑