Sepotong Udara

Dari oksigen yang kau hirup cuma cuma namun membuatmu tetap hidup Lalu kau buang begitu saja dan kau rubah dia menjadi racun Tanyakanlah pada daun yg jatuh itu kenapa dia lebih memilih angin yang bertiup kemudian berlalu dibandingkan ranting pohon yang selalu menahannya Namun kau tak pernah bisa menyalahkan angin

Untuk 11 yang berjalan bersama 12 di jalan ke-13

Dan disinilah aku terjebak dalam macetnya jalanan Musik di telinga pun seperti setuju dengan jalanan Langit senja itu kelabu seperti debu yang bertebaran di jalanan Nyanyian janji dengan mimpi pun di ucapkan anak jalanan Gerimis pun perlahan datang Seperti hendak menjawab semua pertanyaan yang ada Hembusan angin kembali membuatnya terdiam Namun semua pertanyaan itu datang... Continue Reading →

Camping

Hai, siapa di sana? Yang sedang termenung bersama malam, gelap, sunyi Yang pesonanya membuat cahaya bulan terbiaskan oleh pohon pinus Yang tatapannya membuat cahaya lilin bersembunyi malu di balik kertas Bunyi apa itu? Oh ternyata suaramu Suara yang membuat merdunya jangkrik menjadi kaku Suara yang membuat bisingnya air terjun menjadi bisu Cahaya apa itu? Bukan... Continue Reading →

Kamu, “iya kamu”

Tanyakanlah pada setiap stasiun kereta yang kita lewati tentang kamu Dengarkanlah kisah debu Kota Tua yang menceritakan perihal kita Lihatlah macetnya Ibukota yang mengukir setiap kenangan bersamamu Hiruplah pekatnya cinta yang semakin terbakar oleh matahari Mereka pun akan menjawab, "iya kamu" Tatapan teduhnya rembulan terpancar dari matamu Berhiaskan dua buah bintang menggantung di bawahnya Dan... Continue Reading →

Hujan, Senja, Wafer, dan Caramel

Oh Hujanku Aku kini bukanlah Malaikat tanpa sayap untukmu karena sayapku kini telah tumbuh dan aku telah terbang Aku juga bukan lagi Iblis tak bertanduk bagimu karena kini aku telah dibelenggu dalam api yang membeku Oh Hujanku Kamu tetaplah menjadi awan di atas sana Sehingga tidak bisa aku menemuimu dan tidak bisa aku memelukmu Tapi... Continue Reading →

Perempuan Sore

November sore itu Langit kembali menutup dirinya Nyanyian hujan dan tarian awan Menjadi santapan jiwa di kala itu Rumus algoritma yang terlukis kaku Cahaya lampu seolah menajamkan gambarnya Suara goresan tinta yang mengalir di kertas Menghidupkan suasana sunyi di dalam ruangan Tok, tok, Suara ketukan itu Mencairkan waktu yang membeku Meminta perhatian mata yang terlelap... Continue Reading →

I’m in Love

I'm in love with you Do you hear me? I'm in love with you And I know that love is only a shout into the void And that oblivion is inevitable And that we will all be doom And that, one day All our efforts will turn into dust And I know the sun will... Continue Reading →

Kebebasan Cinta

Malam yang sepi dan angin yang menusuk tulang Suara yang berbisik dalam bayangan malam Cahaya malu-malu yang mulai menampakan dirinya Dan kata yang berbicara tentang kebebasan cinta Jika Tuhan menciptakan cinta dan kebebasan Maka bagaimana kita tahu hal yang bisa kita cintai Dan hal mana yang harus tetap bebas dan tak bisa di ganggu gugat... Continue Reading →

Kata dan Asa

Dalam kata aku terdiam untuk rindu yang mencintaimu Dengan rasa yang terpendam kepada asa yang mengagumimu Aku denganmu hanyalah bisikan di balik kata Aku tanpamu hanyalah kebisuan di dalam asa Wahai bintang yang menemani malamku Tak mampu aku menggapaimu, hanya dengan kata aku memujamu Oh bulan yang menerangi gelapku Tak mampu aku memilikimu, hanya dengan... Continue Reading →

The Moment

The moment flows by like molten sapphire Deep blue silences No earth below, no sky above The rustling branches and leaves Are saying only you are here Only me My breath and my heartbeat Such depth, such solitude And me, only me I now believe I exist ..... A thought came alive, but away it... Continue Reading →

Dirinya dan Diriku

Wajahnya bagaikan malaikat Aku melihat cermin dimatanya Ia dan Aku tiada beda Sama-sama terikat dusta Senyumannya begitu memikat Membuatku terbebas dari semua belenggu Tapi aku tidak dibiarkan melayang tak tentu Seutas ikatan baru menahanku di tempat aku berdiri Aku bisa memahaminya sekarang Gravitasi bumi tak lagi menahanku Wajahnya, senyumannya membuatku berdiri Menghadapi setiap dusta yang... Continue Reading →

Mijn Hart

Kau tak akan pernah mengerti rasa ini Menjalani perjuangan tanpa Cinta Ingin kusalahkan dirimu akan Cinta Tapi engkau telah bersembunyi dibalik rindu Tatapanmu adalah goresan luka Senyumanmu adalah derita untukku Seperti narkotika yang nikmat dan menyiksa Kau heroin dengan merek khusus untukku Ketakutan, Kesedihan, dan Luka dalam Kesendirian Bagaikan anak panah yang terlepas bebas mengembara... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑