Kado yang tak sampai

23:18 Ku bongkar setiap sudut untuk mencari kertas Tinta sudah siap untuk berpisah namun kata lupa jalan pulang Aku nikmati setiap tarikan ini walaupun kotak kopi mulai sekarat Dan malam kembali berkhianat seperti matahari yang meninggalkanku Kado ulang tahun di pojokan itu memanggil Tak sudi aku menoleh kembali Namun mata kembali parlente Kabut dibawa pergi... Continue Reading →

Daun yang jatuh

Daun yang jatuh itu telah jatuh cinta kepada tanah yang basah sehingga dia rela meninggalkan ranting pohon kering itu yang menahannya dengan aksara kehidupan Namun tanah yang basah itu tetap tak bergeming karena telah terlebih dahulu menaruh hatinya kepada hujan gerimis itu yang dengan teganya mengusir semua debu tak bersalah

Empat Sajak Perpisahan

untuk Bonco Pau Ohorella (Alm) (1) Sore itu, matahari seperti kembali menyelubungi dirinya dengan awan kelabu (telfon berbunyi, "ada yang mau bicara denganmu") Berita apa yang kau bawa sore ini? Jika itu merupakan suka, kenalkanlah ia dengan mekarnya senyuman Jika itu adalah duka, bicaralah dengan tegarnya air mata Bermil-mil jauhya, bumi kembali menepati janjinya dengan... Continue Reading →

Sepotong Udara

Dari oksigen yang kau hirup cuma cuma namun membuatmu tetap hidup Lalu kau buang begitu saja dan kau rubah dia menjadi racun Tanyakanlah pada daun yg jatuh itu kenapa dia lebih memilih angin yang bertiup kemudian berlalu dibandingkan ranting pohon yang selalu menahannya Namun kau tak pernah bisa menyalahkan angin

Untuk 11 yang berjalan bersama 12 di jalan ke-13

Dan disinilah aku terjebak dalam macetnya jalanan Musik di telinga pun seperti setuju dengan jalanan Langit senja itu kelabu seperti debu yang bertebaran di jalanan Nyanyian janji dengan mimpi pun di ucapkan anak jalanan Gerimis pun perlahan datang Seperti hendak menjawab semua pertanyaan yang ada Hembusan angin kembali membuatnya terdiam Namun semua pertanyaan itu datang... Continue Reading →

Camping

Hai, siapa di sana? Yang sedang termenung bersama malam, gelap, sunyi Yang pesonanya membuat cahaya bulan terbiaskan oleh pohon pinus Yang tatapannya membuat cahaya lilin bersembunyi malu di balik kertas Bunyi apa itu? Oh ternyata suaramu Suara yang membuat merdunya jangkrik menjadi kaku Suara yang membuat bisingnya air terjun menjadi bisu Cahaya apa itu? Bukan... Continue Reading →

Kamu, “iya kamu”

Tanyakanlah pada setiap stasiun kereta yang kita lewati tentang kamu Dengarkanlah kisah debu Kota Tua yang menceritakan perihal kita Lihatlah macetnya Ibukota yang mengukir setiap kenangan bersamamu Hiruplah pekatnya cinta yang semakin terbakar oleh matahari Mereka pun akan menjawab, "iya kamu" Tatapan teduhnya rembulan terpancar dari matamu Berhiaskan dua buah bintang menggantung di bawahnya Dan... Continue Reading →

Hujan, Senja, Wafer, dan Caramel

Oh Hujanku Aku kini bukanlah Malaikat tanpa sayap untukmu karena sayapku kini telah tumbuh dan aku telah terbang Aku juga bukan lagi Iblis tak bertanduk bagimu karena kini aku telah dibelenggu dalam api yang membeku Oh Hujanku Kamu tetaplah menjadi awan di atas sana Sehingga tidak bisa aku menemuimu dan tidak bisa aku memelukmu Tapi... Continue Reading →

Perempuan Sore

November sore itu Langit kembali menutup dirinya Nyanyian hujan dan tarian awan Menjadi santapan jiwa di kala itu Rumus algoritma yang terlukis kaku Cahaya lampu seolah menajamkan gambarnya Suara goresan tinta yang mengalir di kertas Menghidupkan suasana sunyi di dalam ruangan Tok, tok, Suara ketukan itu Mencairkan waktu yang membeku Meminta perhatian mata yang terlelap... Continue Reading →

I’m in Love

I'm in love with you Do you hear me? I'm in love with you And I know that love is only a shout into the void And that oblivion is inevitable And that we will all be doom And that, one day All our efforts will turn into dust And I know the sun will... Continue Reading →

Kebebasan Cinta

Malam yang sepi dan angin yang menusuk tulang Suara yang berbisik dalam bayangan malam Cahaya malu-malu yang mulai menampakan dirinya Dan kata yang berbicara tentang kebebasan cinta Jika Tuhan menciptakan cinta dan kebebasan Maka bagaimana kita tahu hal yang bisa kita cintai Dan hal mana yang harus tetap bebas dan tak bisa di ganggu gugat... Continue Reading →

Kata dan Asa

Dalam kata aku terdiam untuk rindu yang mencintaimu Dengan rasa yang terpendam kepada asa yang mengagumimu Aku denganmu hanyalah bisikan di balik kata Aku tanpamu hanyalah kebisuan di dalam asa Wahai bintang yang menemani malamku Tak mampu aku menggapaimu, hanya dengan kata aku memujamu Oh bulan yang menerangi gelapku Tak mampu aku memilikimu, hanya dengan... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑