Jakarta dikala Senja

Ukiran nyata kemacetan yang memukau Cipratan warna polusi pun memperindahnya Derung knalpot dan lantangnya suara Beradu merdu di panggung jalanan Langit kelabu mengingatkan lelaki itu Tentang pasir putih tempat dia berlari dulu Dan desiran ombak pesisir tempat dia menyimpan tawa Senja ingatkah engkau akan janji itu?

Embun Pagi

Hujan kini aku tak bisa lagi bersamamu Kabut telah jatuh cinta kepada embun pagi Angin maafkan aku yang tidak memberimu kesempatan Kata kabut yang telah jatuh cinta kepada embun pagi Embun pagi, rembulan menggodaku agar ikut dengannya Cerita kabut yang telah jatuh cinta kepada embun pagi Embun pagi, maukah kau ikut denganku? Meninggalkan daun yang... Continue Reading →

Kado yang tak sampai

23:18 Ku bongkar setiap sudut untuk mencari kertas Tinta sudah siap untuk berpisah namun kata lupa jalan pulang Aku nikmati setiap tarikan ini walaupun kotak kopi mulai sekarat Dan malam kembali berkhianat seperti matahari yang meninggalkanku Kado ulang tahun di pojokan itu memanggil Tak sudi aku menoleh kembali Namun mata kembali parlente Kabut dibawa pergi... Continue Reading →

Daun yang jatuh

[2] Daun yang jatuh itu telah jatuh cinta kepada tanah yang basahsehingga dia rela meninggalkan ranting pohon keringyang menahannya dengan aksara kehidupan Namun tanah yang basah itu tetap tak bergemingkarena telah terlebih dahulu menaruh hatinya kepada hujan gerimisyang dengan teganya mengusir semua debu tak bersalah [1] [2]

Sepotong Udara

[1] Dari oksigen yang kau hirup cuma cuma namun membuatmu tetap hidup Lalu kau buang begitu saja dan kau rubah dia menjadi racun Tanyakanlah pada daun yg jatuh itu kenapa dia lebih memilih angin yang bertiup kemudian berlalu dibandingkan ranting pohon yang selalu menahannya Namun kau tak pernah bisa menyalahkan angin [1] [2]

Untuk 11 yang berjalan bersama 12 di jalan ke-13

Dan disinilah aku terjebak dalam macetnya jalanan Musik di telinga pun seperti setuju dengan jalanan Langit senja itu kelabu seperti debu yang bertebaran di jalanan Nyanyian janji dengan mimpi pun di ucapkan anak jalanan Gerimis pun perlahan datang Seperti hendak menjawab semua pertanyaan yang ada Hembusan angin kembali membuatnya terdiam Namun semua pertanyaan itu datang... Continue Reading →

Camping

Hai, siapa di sana?Yang sedang termenung bersama malam, gelap, sunyiYang pesonanya membuat cahaya bulan terbiaskan oleh pohon pinusYang tatapannya membuat cahaya lilin bersembunyi malu di balik kertas Bunyi apa itu?Oh ternyata suaramuSuara yang membuat merdunya jangkrik menjadi kakuSuara yang membuat bisingnya air terjun menjadi bisu Cahaya apa itu?Bukan cahaya bintang, dia terlalu jauh di atas... Continue Reading →

Kamu, “iya Kamu”

Tanyakanlah pada setiap stasiun kereta yang kita lewati tentang kamuDengarkanlah kisah debu Kota Tua yang menceritakan perihal kitaLihatlah macetnya Ibukota yang mengukir setiap kenangan bersamamuHiruplah pekatnya cinta yang semakin terbakar oleh matahariMereka pun akan menjawab, "Iya Kamu" Tatapan teduhnya rembulan terpancar dari matamuBerhiaskan dua buah bintang menggantung di bawahnyaDan beralaskan senyuman tipis sang awan di... Continue Reading →

Hujan, Senja, Wafer dan Karamel

Oh HujankuAku kini bukanlah Malaikat tanpa sayap untukmukarena sayapku kini telah tumbuh dan aku telah terbangAku juga bukan lagi Iblis tak bertanduk bagimukarena kini aku telah dibelenggu dalam api yang membeku Oh HujankuKamu tetaplah menjadi awan di atas sanaSehingga tidak bisa aku menemuimudan tidak bisa aku memelukmuTapi buatlah aku selalu merindu akan hujan di kala... Continue Reading →

Perempuan Sore

November sore ituLangit kembali menutup dirinyaNyanyian hujan dan tarian awanMenjadi santapan jiwa di kala itu Rumus algoritma yang terlukis kakuCahaya lampu seolah menajamkan gambarnyaSuara goresan tinta yang mengalir di kertasMenghidupkan suasana sunyi di dalam ruangan Tok, tok,Suara ketukan ituMencairkan waktu yang membekuMeminta perhatian mata yang terlelapUntuk menyambut Malaikat dalam penyamaran Bersama hangatnya warna mentariDengan rambut... Continue Reading →

I’m in Love

I'm in love with youDo you hear me? I'm in love with youAnd I know that love is only a shout into the voidAnd that oblivion is inevitableAnd that we will all be doom And that, one dayAll our efforts will turn into dustAnd I know the sun will swallow the only earth we ever... Continue Reading →

Kebebasan Cinta

Malam yang sepi dan angin yang menusuk tulangSuara yang berbisik dalam bayangan malamCahaya malu-malu yang mulai menampakan dirinyaDan kata yang berbicara tentang kebebasan cinta Jika Tuhan menciptakan cinta dan kebebasanMaka bagaimana kita tahu hal mana yang bisa kita cintaiDan hal mana yang harus tetap bebas dan tak bisa diganggu gugat Kebebasan!Hanya gemerincing kebodohan untuk peradaban... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑